Tampilkan postingan dengan label Sekilas Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekilas Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 April 2010

House of SAMPOERNA






HOUSE OF SAMPOERNA

Terletak di kota "Surabaya lama", bangunan megah bergaya kolonial Belanda ini dibangun pada tahun 1858 dan sekarang menjadi situs bersejarah yang di lindungi sebagai cagar budaya

Bangunan ini pada jaman kolonial pernah digunakan sebagai panti asuhan yang dikelola oleh Belanda, itu dibeli pada tahun 1932 oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, dengan maksud itu digunakan sebagai fasilitas rokok pertama Sampoerna utama produksi.

Kompleks ini terdiri dari sebuah auditorium sentral yang luas, dua bangunan lebih kecil di sayap timur dan barat dan beberapa lumbung yang luas dengan satu lantai di belakang auditorium sentral. Bangunan yang tinggal di kedua sayap auditorium kemudian diubah menjadi rumah keluarga, sedangkan lumbung besar terlihat seperti sebuah gudang dimanfaatkan untuk pengolahan tembakau dan cengkeh, untuk menangkap, tongkat dan pengepakan, percetakan dan barang jadi prosesor.

Hari ini, senyawa ini masih berfungsi sebagai tanaman produksi untuk rokok paling bergengsi di Indonesia, Dji Sam Soe. Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-90 Sampoerna di tahun 2003, kompleks pusat telah susah payah dipulihkan dan sekarang terbuka untuk umum.

Auditorium sentral asli sekarang menjadi museum dan sisi timur telah berubah menjadi struktur yang unik yang mengandung sebuah café, kios merchandise dan galeri seni. Bangunan di sisi barat kediaman keluarga tetap resmi.

Museum
House of Sampoerna (Hos) Museum menawarkan pengalaman yang benar-benar unik bagi pengunjung. Dari cerita tentang keluarga pendiri sampai melihat dari dekat fasilitas produksi roll tangan nyata dan berakhir dengan pengalaman tak terlupakan melinting sebatang rokok Dji Sam Soe. Anda dapat bergabung dengan 3.900 wanita di pabrik ini, tangan-rolling rokok dengan alat tradisional. Mereka melakukannya dengan kecepatan lebih dari 325 batang per jam.

Toko Museum di HOS yang menawarkan berbagai macam souvenir, seperti; miniatur alat tongkat rokok tradisional, paket, cengkeh, buku-buku dan kaos.

Kios
Kios di House of Sampoerna siap menyediakan berbagai pilihan barang seperti;, jaket kemeja cangkir, asbak, topi, tas, dll barang-barang ini cocok untuk digunakan untuk Anda juga untuk suvenir.

Kafe
Dengan sentuhan Art Deco, kilau kreativitas bebas dan sejarah, kafe menawarkan suatu pengalaman bersantap yang unik. Ally kaca timah asli dan panel kayu jati ukir yang berusia satu abad dengan desain modern yang bersih. Aneka hidangan selera barat dan Asia dipersiapkan khusus untuk memuaskan selera pengunjung, bahkan bagi mereka yang kritis nyata untuk rasa. Pada malam hari tertentu, kehidupan rumah makan musik akan menemani Anda.

Kelompok Usaha Sampoerna Sampoerna adalah membangun bertumpu pada usaha tembakau dan cengkeh. Perusahaan ini merupakan salah satu produsen rokok (tembakau dan cengkeh) tumbuh paling cepat dan yang tertua di Indonesia, pasar rokok terbesar keempat di dunia.

Dibangun pada tahun 1913, Sampoerna adalah Perusahaan Rokok pertama masuk ke Bursa Efek Jakarta. Sampoerna telah berhasil mengembangkan usaha untuk rokok ke berbagai daerah di luar Indonesia dan melakukan diversifikasi di dalam negeri, di bidang distribusi dan transportasi, percetakan dan kemasan dan eceran dan grosir merchandising.

http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/house-of-sampoerna.html Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya

Jumat, 12 Februari 2010

imlek - 2010


Pimpinan, Staff dan Karyawan

Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya

mengucapkan,

" SELAMAT HARI RAYA IMLEK - 2561 "

Selasa, 08 Desember 2009

SAPTA PESONA - 3





Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya
Posted by Picasa

Senin, 07 Desember 2009

Sebetulnya, apakah yang kau gelisahkan?



Sebetulnya, apakah yang kau gelisahkan?

Engkau telah mengenal rasa gelisah ini – cukup lama.
Ia membuatmu tidak betul-betul melihat yang kau lihat, membuatmu tidak berada di mana engkau berada, membuatmu melamun dalam keriuhan dunia, dan membuatmu tak sabaran bahkan mengenai hal-hal penting yang akan menyelamatkan mu.
Engkau demikian gelisah, hingga engkau mendengar ada suara, tetapi tidak terdengar seperti suara yang ada artinya. Engkau terlibat, tetapi tidak turut serta.
Engkau sedang merasakan sesuatu yang pedih, tetapi tidak jelas apa yang dipedihkannya, dan untuk apa kepedihan itu.
Yang kau tahu hanyalah hati mu yang pedih. Pandangan mu yang abu-abu dan nanar. Pendengaran mu yang bergumam dengan gema celoteh orang yang dekat tetapi seperti jauh.
Dan dalam kegamangan itu, engkau terkadang berbicara – yang cepat sekali engkau lupa – apa yang kau katakan tadi, dan yang tak jelas apa perannya bagi pencerahan hidupmu.
Rasa yang tidak menenangkan ini sudah cukup lama kau kenal.
Dan setiap kali ia datang bertamu dan mencabut akar-akar ketenangan hatimu, engkau seperti terseret tak bertenaga, turut serta dalam penikmatan perasaan tak berdaya itu.
Engkau mentenagai kegelisahan mu dengan pembayangan kesulitan dan penderitaan yang akan kau alami,… seolah-olah engkau sedang merencanakan kehidupan yang sulit di masa depan, dan yang kau yakini akan betul-betul terjadi.
………..
Adikku yang hatinya merindukan kasih sayang,
Sini …
Duduklah dekat-dekat dengan ku.
Beritahulah aku, apa yang menggelisahkan mu?
Jika sulit bagi mu untuk berbicara sekarang, bisikkanlah dekat-dekat ke telinga ku.
Aku bisa merasakan beban yang menggelantung dan menarik hati mu ke bawah.
Dan memang rasanya begitu, berat - tetapi tidak kau lihat bebannya, meremat dinding hatimu – tetapi tak kau lihat jemari yang kejam itu, mengiris kulit hatimu – tetapi tak jelas dari mana irisan itu berawal.
Yang kau tahu adalah bahwa engkau sedih. Sedih sekali, … dan engkau berdiri sendiri dalam kesedihanmu.
………..
Adikku yang hatinya adalah hatiku,dan yang pedihnya juga adalah pedih ku,
Angkatlah sedikit wajahmu, dan lihatlah aku melalui kebeningan air mata yang menggenang di pelupuk matamu …
Jika engkau memperhatikan, semua kepedihanmu bukanlah kepedihan baru.
Engkau telah pernah merasakannya, bahkan telah beberapa kali dalam hidup mu yang beragam warna itu.
Dulu, engkau pernah merasakan kepedihan yang sangat dalam, dan yang di dasar dari kepedihan itu engkau merintih, berontak, memprotes, dan menyalahkan kehidupan yang berlaku tidak adil kepada mu.
Pernah juga engkau marah kepada Tuhan.
Engkau menuduh-Nya tidak adil, tidak menyayangi mu, membedakan perlakuan untuk mu, dan Tuhan membahagiakan orang lain – bahkan yang tak sebaik diri mu.
Engkau demikian dalam tenggelam dalam kesedihan, dan dalam ketidak-berdayaan mu – bibir hatimu merintih dan melamatkan kata-kata permintaan tolong, yang mungkin tak kau tujukan kepada Tuhan, tetapi tetap juga didengar oleh Tuhan.
Dan kemudian engkau terselamatkan, keluar dari kesedihanmu, dan tertawa riang lagi, aktif terlibat dalam kehidupan, berhasil di sini, dipuji di situ, dan dipuja di sana.
Engkau menarikan kegembiraan hidup, … tanpa pernah menyadari bahwa engkau hanya bisa selamat karena diselamatkan.
Mungkin karena kebiasaan mu untuk melihat dirimu yang tidak penting - saat engkau bersedih, engkau tidak melihat hubungan antara rintihan dan keluhanmu saat bersedih, dengan penyelamatan mu saat itu.
Telah berapa kali-kah engkau diseruakkan keluar dari kesedihan dan penderitaan, dan berlari cepat menuju padang-padang hijau pembahagiaan mu, tanpa melambatkan sedikit langkah mu, dan menundukkan kepala mu, dan melirihkan suaramu, dan berhenti, dan berdiri khusuk … menyampaikan terima kasih kepada Tuhan, yang dengan demikian penuh kasih – mengeluarkan mu dari penderitaan.
Apakah engkau pernah menyempatkan diri untuk berlaku baik kepada-Nya setelah penyelamatan mu dari kesedihan-kesedihan mu dulu?
...........
Berlakulah baik juga kepada Tuhan.
Apakah engkau tidak kasihan kepada-Nya?
Beliau memang tidak butuh kau kasihani, tetapi apakah hatimu tidak merasakan kesemena-menaan mu kepada Tuhan?
Beliau itu sangat mengasihi mu. Sangat memperhatikan mu. Dan sangat memanjakan mu.
Apakah kira-kira perasaan Tuhan saat kau meronta dalam kemarahan mu, merintih dalam kesedihan mu, memprotes dalam kegelisahan mu, dan menuduh dalam kebingungan mu?
Beliau menyaksikan, … mengangguk penuh kasih, tidak membela diri, tidak menyalahkan mu, tidak mengungkit-ungkit kesalahan masa lalu mu.
Para malaikat yang malu melihat perilaku mu, merasakan anggukan Tuhan Yang Maha Pengasih – dan bersegera turun mendampingi mu dalam kesedihan mu, dan menuntun mu untuk menemukan jalan keluar dari kesulitan mu.
Dengan enggan engkau berjalan, tertatih, dan masih mengeluh.
Tetapi, segera wajah mu merekah dengan kegembiraan, karena engkau melihat sinar terang dari penyelesaian masalah mu, dan engkau melompat, dan engkau berlariiiiii gembira dan menariiiiii gembira, tanpa sedikit pun engkau menolehkan wajah mu ke arah Tuhan yang telah menyelamatkan mu.
Sebetulnya, waktu itu … jika engkau harus berterima kasih, kepada siapakah kau sampaikan terima kasih mu?
Apakah engkau tidak merasa kasihan kepada Tuhan yang setia memperhatikan kebaikan mu, tetapi yang sering kau abaikan?
Di manakah engkau harapkan Tuhan duduk, dan ke arah manakah wajah Tuhan kau harapkan menghadap, saat engkau menikmati hari-hari kemenangan mu?
Lalu, saat engkau memasuki masa-masa sedih dan pedih lagi, apakah yang kau harapkan Tuhan lakukan?
Apakah engkau akan memanggil-Nya lagi?
Untuk kau protes keadilan dan kasih sayang-Nya?
Untuk mendengar rintihan dan keluhan mu, yang getol sekali mengasihani dirinya sendiri, dan tidak menyediakan sedikit kejujuran untuk melihat kedalam kesalahan-kesalahannya sendiri?
………..
Adikku yang kemenangan hidupnya penting sekali bagi Tuhan,
Camkanlah ini,
Tuhan tidak butuh kau kasihani, tetapi apakah engkau tidak kasihan kepada Tuhan?
Tuhan tidak membutuhkan mu, tetapi engkau saaangat membutuhkan Tuhan.
Tuhan meminta mu berlaku baik kepada sesama, kepada binatang, kepada tanaman, dan kepada alam. Beliau meminta mu berlaku baik.
Apakah tak terpikir oleh mu bahwa engkau juga diharapkan untuk berlaku baik kepada Tuhan?
Dari semua hal yang bisa kau pikirkan untuk menjadi tempat curahan kebaikan mu, mengapakah engkau sering melupakan bahwa Tuhan adalah tempat curahan kebaikan mu yang akan paling membaikkan mu?
Jika engkau berlaku baik kepada Tuhan, tidak mungkin engkau tidak akan berlaku baik kepada apa pun dan siapa pun.
Dan dengannya, engkau akan dinaikkan ke kelas-kelas jiwa yang dihormati harapannya, yang direstui rencana-rencananya, dan yang ditenagai upaya-upayanya.
Apakah kira-kira perasaan mu, jika engkau termasuk kelompok jiwa, yang jika mencari sesuatu – yang kau cari itu diletakkan Tuhan tepat di depan mu, bahkan sebelum engkau melangkah?
Apakah kira-kira perasaan mu, jika engkau hanya cukup berharap, untuk kemudian terjadi apa yang kau harapkan?
Dan,
Apakah kira-kira perasaan mu, jika engkau bisa jelas melihat hubungan antara kebaikan yang kau lakukan dengan kebaikan yang kau terima?
Tidakkah engkau tertarik untuk diberikan indera yang melihat tindakan, mendengar harapan, dan merasakan perilaku Tuhan?
Maha besar Tuhan Yang Maha Pengasih.
………..
Adik ku yang hatinya mulia,
Haruskah ku ingatkan kepada mu bahwa kita tadi memulai pembicaraan ini mengenai kegelisahan mu?
Apakah engkau masih gelisah?
Apakah engkau sekarang tersenyum dalam keharuan?
Adik ku yang dikirimkan ibu mu kepada ku,
Engkau telah menyaksikan bagaimana kegelisahan bisa kau hilangkan dengan menjadikan hati mu lebih menyayangi Tuhan.
Terimalah ini dengan tulus, bahwa tidak ada yang tidak bisa kau capai dengan penyerahan diri dan kehidupan mu kepada Tuhan.
Jika kau serahkan diri mu kepada Tuhan, Tuhan-lah yang akan menetapkan peran dan tugas mu dalam kehidupan ini.
Dan jiwa yang tugasnya ditetapkan oleh Tuhan, tidak akan dibiarkan hidup dalam raga yang tidak terpelihara kebaikan dan kehormatannya.
………..
Sahabat saya yang memiliki bakat bagi keperwiraan yang gagah dan mulia,
Saya berharap agar Tuhan berkenan untuk menjadikan kita sahabat seperjuangan dalam memajukan kebaikan dan mencegah terjadinya keburukan bagi kemanusiaan dan alam.
Marilah kita bersatu untuk menjadi pemimpin bagi penyejahteraan, pembahagiaan, dan pencemerlangan kehidupan kita sebagai bangsa yang mulia.
Marilah kita mulai dengan menjadikan diri kita pemulia kehidupan keluarga kita tercinta. Dari keluarga yang berbahagia lah, lahir dan tumbuh pemimpin-pemimpin bangsa yang jujur, yang tegas, dan yang mampu.
Mohon disampaikan salam sayang untuk keluarga Anda tercinta, dari Ibu Linna dan saya.
Terima kasih atas ijin untuk melayani bagi kebahagiaan Anda dan keluarga terkasih.
Salam super,
Mario Teguh



Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya
Posted by Picasa

Jumat, 04 Desember 2009

STUDY TOUR BALI 2009







Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya
Posted by Picasa

STUDY TOUR - BALI 2009







Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya
Posted by Picasa

BALI STUDY TOUR






Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya

Sebagai salah satu aplikasi pelajaran TOURISM KNOWLEDGE & TOUR PLANNING siswa - siswi SPPDC angkatan 2009, di motivasi untuk menerapkan ilmu yang di peroleh dengan melakukan study tour ke Bali pada tanggal 27 November 2009 sd. 1 Desember 2009,

Dalam kesempatan ini penyelenggarakan dilaksanakan oleh siswa siswi berdasarkan ilmu Tour Planning yang diperoleh berikut menambah wawasan mengenai Pariwisata di Indonesia dan Pulau Bali pada khususnya.

Rabu, 04 November 2009

Air terjun Sedudo


Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya

Air Terjun Sedudo adalah sebuah air terjun dan obyek wisata yang terletak di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Jaraknya sekitar 30 km arah selatan ibukota kabupaten Nganjuk. Berada pada ketinggian 1.438 meter dpl, ketinggian air terjun ini sekitar 105 meter. Tempat wisata ini memiliki fasilitas yang cukup baik, dan jalur transportasi yang mudah diakses.

Masyarakat setempat masih mempercayai, air terjun in memiliki kekuatan supra natural. Lokasi wisata alam ini ramai dikunjungi orang pada bulan Sura (kalender Jawa). Konon mitos yang ada sejak zaman Majapahit, pada bulan itu dipercaya membawa berkah awet muda bagi orang yang mandi di air terjun tersebut.

Setiap Tahun Baru Jawa, air terjun Sedudo dipergunakan untuk upacara ritual, yaitu memandikan arca dalam upacara Parna Prahista, yang kemudian sisa airnya dipercikan untuk keluarga agar mendapat berkah keselamatan dan awet muda. Hingga sekarang pihak Pemkab Nganjuk secara rutin melaksanakan acara ritual Mandi Sedudo setiap tanggal 1 Suro.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas 

Tour Guide - Pramuwisata


Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya

Pramuwisata adalah profesi di bidang kepariwisataan. Pramuwisata disebut juga Pemandu Wisata atau Tour Guide dalam Bahasa Inggris. Di Indonesia, secara nasional telah dibentuk organisasi yang mewadahi profesi ini, yaitu Himpunan Pramuwisata Indonesia atau HPI. Organisasi ini telah memiliki jaringan ke seluruh provinsi di Indonesia. Di beberapa daerah juga terbentuk sejumlah organisasi serupa yang bersifat lokal.
[sunting]
Definisi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pramuwisata adalah petugas pariwisata yg berkewajiban memberi petunjuk dan informasi yg diperlukan wisatawan. Pramuwisata disebut juga Pemandu Wisata atau Guide dalam Bahasa Inggris.
Menurut Peraturan Menparpostel RI, Pramuwisata adalah seseorang yang bertugas memberikan bimbingan, penjelasan dan petunjuk tentang obyek wisata serta membantu keperluan wisatawan lainnya.
Menurut EN 13809 OF EUROPEN COMMITTEE FOR STANDARDISATION (CEN) ADOPTED BY WFTGA AT ITS DUNBLANE SCOTLAND CONVENTION 2003, TOURIST GUIDE is a person who guide visitiors in the language of their choice and interprets the cultural and natural heritage of an area which person normally possesses an area-specific qualification usually issued and /or recognized by the appropriate authority.

Secara umum, seseorang yang hendak menjadi pramuwisata di Indonesia disyaratkan untuk memiliki licence yang diterbitkan oleh HPI. Ketentuan ini terutama bagi pramuwisata yang melayani wisatawan asing agar kualitas pribadi pramuwisata selalu mencerminkan ke-Indonesia-an serta menjaga validitas berbagai informasi yang disampaikan kepada wisatawan. Termasuk pula kinerja pramuwisata dalam kaitannya dengan "pihak pemakai" yaitu biro perjalanan wisata yang membawa wisatawan.

Hotel - Arti dan penjelasannya



Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya

Hotel berasal dari kata hostel, konon diambil dari bahasa Perancis kuno. Bangunan publik ini sudah disebut-sebut sejak akhir abad ke-17. Maknanya kira-kira, "tempat penampungan buat pendatang" atau bisa juga "bangunan penyedia pondokan dan makanan untuk umum". Jadi, pada mulanya hotel memang diciptakan untuk meladeni masyarakat.

Tak aneh kalau di Inggris dan Amerika, yang namanya pegawai hotel dulunya mirip pegawai negeri alias abdi masyarakat. Tapi, seiring perkembangan zaman dan bertambahnya pemakai jasa, layanan inap-makan ini mulai meninggalkan misi sosialnya. Tamu pun dipungut bayaran. Sementara bangunan dan kamar-kamarnya mulai ditata sedemikian rupa agar membuat tamu betah. Meskipun demikian, bertahun-tahun standar layanan hotel tak banyak berubah.

Sampai pada tahun 1793, saat City Hotel dibangun di cikal bakal wilayah kota New York. City Hotel itulah pelopor pembangunan penginapan gaya baru yang lebih fashionable. Sebab, dasar pembangunannya tak hanya mementingkan letak yang strategis. Tapi juga pemikiran bahwa hotel juga tempat istirahat yang mumpuni. Jadi, tak ada salahnya didirikan di pinggir kota.

Setelah itu, muncul hotel-hotel legendaris seperti Tremont House (Boston, 1829) yang selama puluhan tahun dianggap sebagai salah satu tempat paling top di Amerika Serikat (AS). Tremont bersaing ketat dengan Astor House, yang dibangun di New York, 1836. Saat itu, hotel modern identik dengan perkembangan lalu lintas dan tempat beristirahat. Saat pembangunan jaringan kereta api sedang gencar-gencarnya, hampir di tiap perhentian (stasiun) ada hotel.
 
Kamar Hotel Renaissance Ohio

Maksudnya jelas, untuk mengakomodasi orang-orang yang baru saja bepergian dengan kereta api. Karena masa itu naik kereta api sangat melelahkan, hotel-hotel pun "dipersenjatai" berbagai hiburan pelepas penat. Hotel jenis ini, diembeli-embeli dengan kata "transit", karena memang ditujukan buat para musafir.

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan makin luasnya jangkauan angkutan darat (terlebih setelah ditemukannya kendaraan bermotor), kawasan sekitar rel kereta api tak lagi menarik minat para investor. Orang kemudian lebih suka jalan-jalan pakai mobil ketimbang kereta. Kepopuleran hotel transit pun tersaingi oleh kehadiran "motel", gabungan kata "motor hotel" alias tempat istirahat para pengendara kendaraan bermotor.
 
Hotel kapsul di Osaka, Jepang.

Kejayaan motel tak berlangsung lama. Seiring makin pesatnya perkembangan kota, berakhir pula era motel. Terutama karena letaknya yang agak di pinggir kota dan fasilitasnya yang kalah bagus dengan hotel di pusat kota. Kalaupun terpaksa bermalam di kawasan pinggiran, motel harus bersaing dengan hotel resort, yang banyak tumbuh di tempat-tempat peristirahatan.

Selain hotel, resort, anak-anak kandung hotel yang lahir di era 1990-an tak kalah hebatnya. Sebut saja berbagai extended-stay hotel, khusus buat tamu yang membutuhkan tempat menginap minimal lima malam. Sedangkan pelaku bisnis yang harus bernegosiasi di kampung atau negeri orang, bisa mencari hotel apartment. Di Amerika, dua jenis hotel ini berkembang sangat pesat.

Di Indonesia, kata hotel selalu dikonotasikan sebagai bangunan penginapan yang cukup mahal. Umumnya di Indonesia dikenal hotel berbintang, hotel melati yang tarifnya cukup terjangkau namun hanya menyediakan tempat menginap dan sarapan pagi, serta guest house baik yang dikelola sebagai usaha swasta (seperti halnya hotel melati) ataupun mess yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan sebagai tempat menginap bagi para tamu yang ada kaitannya dengan kegiatan atau urusan perusahaan.

Klasifikasi

Biaya dan kualitas hotel biasanya berdasarkan jangkauan dan tipe pelayanan yang tersedia. Dikarenakan kenaikan besar-besaran dalam turisme di seluruh dunia, selama dekade terakhir abad 20, pendirian hotel terutama yang kecil telah meningkat secara drastis. Untuk pembandingan, sistem penilaian telah diperkenalkan satu sampai lima bintang dan juga tingkat melati di Indonesia yang lebih murah.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas 

Reog Ponorogo - Warok Ponorogo



Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya

Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.
Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok [1], namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak rekan Cina rajanya dalam pemerintahan dan prilaku raja yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan dimana ia mengajar anak-anak muda seni bela diri, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan lagi kerajaan Majapahit kelak. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Bra Kertabumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.

Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa Barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50kg hanya dengan menggunakan giginya [2]. Populernya Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Kertabumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer diantara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru dimana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewondono, Dewi Songgolangit, and Sri Genthayu.

Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun ditengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujanganom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan 'kerasukan' saat mementaskan tariannya [3] .

Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai pewarisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.
[sunting]
Pementasan Seni Reog
 
Reog Ponorogo

Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanan dan hari-hari besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada reog tradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang, yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tari kuda lumping. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu.

Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar,

Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya.

Adegan terakhir adalah singa barong, dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga dipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa.
[sunting]
Kontroversi

Tarian Reog Ponorogo yang ditarikan di Malaysia dinamakan Tari Barongan[4]. Deskripsi akan tarian ini ditampilkan dalam situs resmi Kementrian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia. Tarian ini juga menggunakan topeng dadak merak, topeng berkepala harimau yang di atasnya terdapat bulu-bulu merak, yang merupakan asli buatan pengrajin Ponorogo [5]. Permasalahan lainnya yang timbul adalah ketika ditarikan, pada reog ini ditempelkan tulisan "Malaysia" [6] dan diaku menjadi warisan Melayu dari Batu Pahat Johor dan Selangor Malaysia - dan hal ini sedang diteliti lebih lanjut oleh pemerintah Indonesia.[7]. Hal ini memicu protes dari berbagai pihak di Indonesia, termasuk seniman Reog asal Ponorogo yang berkata bahwa hak cipta kesenian Reog dicatatkan dengan nomor 026377 tertanggal 11 Februari 2004 dan diketahui langsung oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia [7]. Ribuan Seniman Reog pun menggelar demo di depan Kedutaan Malaysia [8]. Berlawanan dengan foto yang dicantumkan di situs kebudayaan, dimana dadak merak dari versi Reog Ponorogo ditarikan dengan tulisan "Malaysia" [9], Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin Muhammad Zain pada akhir November 2007 kemudian menyatakan bahwa "Pemerintah Malaysia tidak pernah mengklaim Reog Ponorogo sebagai budaya asli negara itu. Reog yang disebut “barongan” di Malaysia dapat dijumpai di Johor dan Selangor karena dibawa oleh rakyat Jawa yang merantau ke negeri tersebut [10].
[sunting]
Catatan dan referensi
^ (id) Reog di Jawa Timur, Departmen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1978-9
^ (id) Herman Joseph Wibowo. Drama Tradisional Reog: Suatu Kajian Sistem Pengetahuan Dan Religi,' in Laporan Penelitian JARAHNITRA, Balai Kajian Sejarah Dan Nilai Tradisional Yogyakarta, 1995-6, pp. 1-59, dan kaset video no 24, 14/7/1991, arsip video milik Josko Petkovic.
^ (en) Blog Parvita: Reog Ponorogo pindah ke Malaysia?
^ Situs Resmi Kementrian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia
^ (id) Reog Malaysia produk Ponorogo
^ (id) Media Indonesia: Soal Reog Bupati Ponorogo akan 'Lawan' Malaysia
^ a b (id) Detik.com: Mirip Tari Reog Pemerintah Indonesia akan teliti Tari Barongan Malaysia
^ (id) Ribuan Seniman Reog Demo di Kedutaan Malaysia
^ (my)Situs Resmi Kementrian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia
^ (id) Sinar Harapan


Rabu, 26 Agustus 2009

GUNUNG BROMO


Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya


GUNUNG BROMO
Kecamatan Sukapura, Gunung Bromo sebagai obyek wisata primadona di Jawa Timur telah dikenal luas dan sangat populer. Selalu ramai dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara, bahkan mereka betah berhari-hari tinggal disana.Wisata alam dengan obyek utama kawah gunung bromo dan perpaduan matahari terbit di ufuk timur, suatu sensasi tersendiri. Anda bersiap memasuki suatu ritme perjalanan yang mengasyikkan di waktu dini hari dengan melewati lautan pasir yang luas dan menaiki tangga menuju puncak. Tersedia layanan persewaan kuda bila anda merasa capai untuk melewati lautan pasir. Didukung dengan fasilitas hotel berbintang dan toko souvenir, Bromo siap menanti kedatangan anda. [Bappeda]

Rabu, 29 Juli 2009

Bahagia, ada pada Jiwa yang Bisa Bersyukur


Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya

Apakah anda pernah membayangkan menulis buku bukan dengan tangan, kaki atau anggota tubuh lainnya? Bayangkan kalau anda menulis dengan kelopak mata kiri? Jika Anda mengatakan itu hal yang mustahil untuk dilakukan, Anda tentu belum mengenal orang yang bernama Jean- Dominique Bauby. Seorang pemimpin redaksi majalah Elle, majalah kebanggaan Prancis yang digandrungi wanita seluruh dunia.

Betapa mengagumkan semangat hidup dan tekad maupun kemauannya untuk menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia meninggal tiga hari setelah bukunya diterbitkan. Setelah tahu apa yang dialami si Jean dalam menempuh hidup ini, Anda pasti akan berpikir, “Berapa pun problem dan beban hidup kita semua, hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si Jean!”

Tahun 1995, ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut locked-in syndrome, kelumpuhan total yang disebutnya “Seperti pikiran di dalam botol”. Memang ia masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi itulah cara dia berkomunikasi dengan para perawat, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya.

Begini cara Jean menulis buku. Mereka (keluarga, perawat, teman- temannya) menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip apabila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. “Bukan main,” kata Anda.

Ya, itu juga reaksi semua yang membaca kisahnya. Buat kita, kegiatan menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita disuruh “menulis” dengan cara si Jean, barang kali kita harus menangis dulu berhari-hari dan bukan buku yang jadi, tapi mungkin meminta ampun untuk tidak disuruh melakukan apa yang dilakukan Jean dalam pembuatan bukunya.

Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang ditulisnya secara sangat istimewa. Judulnya, “Le Scaphandre” et le Papillon (The Bubble and the Butterfly).

Jean adalah contoh orang yang tidak menyerah pada nasib yang digariskan untuknya. Dia tetap hidup dalam kelumpuhan dan tetap berpikir jernih untuk bisa menjadi seseorang yang berguna, walaupun untuk menelan ludah pun, dia tidak mampu, karena seluruh otot dan saraf di tubuhnya lumpuh. Tetapi yang patut kita teladani adalah bagaimana dia menyikapi situasi hidup yang dialaminya dengan baik dan tetap menjadi seorang manusia (bahasa Sansekerta yang berarti pikiran yang terkendali), bahkan bersedia berperan langsung dalam film yang mengisahkan dirinya.

Jean, tetap hidup dengan bahagia dan optimistis, dengan kondisinya yang seperti sosok mayat bernapas. Sedangkan kita yang hidup tanpa punya problem seberat Jean, sering menjadi manusia yang selalu mengeluh..! Coba ingat-ingat apa yang kita lakukan. Ketika mendapat cuaca hujan, biasanya menggerutu. Sebaliknya, mendapat cuaca panas juga menggerutu. Punya anak banyak mengeluh, tidak punya anak juga mengeluh. Carl Jung, pernah menulis demikian: “Bagian yang paling menakutkan dan sekaligus menyulitkan adalah menerima diri sendiri secara utuh, dan hal yang paling sulit dibuka adalah pikiran yang tertutup!”

Maka, betapapun kacaunya keadaan kita saat ini, bagi yang sedang stres berat, yang sedang berkelahi baik dengan diri sendiri maupun melawan orang lain, atau anggota keluarga yang sedang tidak bahagia karena kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, yang baru mendapat musibah kecelakaan atau bencana, bagi yang sedang di-PHK, ingatlah kita masih bisa menelan ludah, masih bisa makan dan menggerakkan anggota tubuh lainnya. Maka bersyukurlah, dan berbahagialah…! Jangan menjadi pengeluh, penggerutu, penuntut abadi, tapi bijaksanalah untuk bisa selalu think and thank (berpikir, kemudian berterima kasih/ bersyukurl).

Dalam artikel yang berjudul Kegagalan & Kesuksesan Hasil Konsekuensi Pikiran ( SPM 26 Februari 2005) dituliskan, seseorang yang sadar sepenuhnya, dia datang ke dunia ini hanya dibekali sebuah nyawa (jiwa). Nah, nyawa itu harus dirawat dengan menjalani kehidupan
secara bertanggung jawab. Dengan nyawa ini pulalah, seseorang harus hidup bahagia, di manapun dia berada, dan dalam kondisi apapun, dia harus bisa bahagia. Kunci kebahagiaan adalah bersyukur! Mensyukuri apa yang kita dapat itu penting, termasuk sebuah nyawa agar kita bisa hidup di alam ini. Dan kebahagiaan bisa dibuat, dengan tidak meminta (menuntut) apapun pada orang lain, tetapi memberikan apa yang bisa diberikan kepada orang lain agar mereka bahagia. Jadilah seseorang yang merasa ada gunanya untuk kehidupan ini.

Untuk itu, Anda bisa mendengarkan intuisi sendiri sehingga bertindak sesuai nurani dan menghasilkan apa yang Anda inginkan dalam hidup. Hadapi hidup dengan tabah karena orang-orang beruntung bukan tidak pernah gagal. Bukan tidak pernah ditolak, juga bukan tidak pernah kecewa. Justru banyak orang yang sukses itu sebetulnya orang yang telah banyak mengalami kegagalan.

Berpikirlah positif, Anda akan menjadi orang yang beruntung. Banyak cerita tentang keberuntungan berasal dari kejadian-kejadian yang tidak menguntungkan. Misalnya, kehilangan pekerjaan memunculkan ide besar untuk mulai bisnis sendiri dan menjadi majikan. Ditolak pun bisa mendatangkan kesuksesan. Tetapi, untuk mendapatkan
keberuntungan diperlukan usaha. Dan mulailah sekarang juga untuk berusaha!

Sumber: Bahagia, ada pada Jiwa yang Bisa Bersyukur oleh Lianny Hendranata

Miskin Kaya adalah Nasib????


Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya

“Miskin dan kaya adalah nasib ” ini adalah mitos yang berlaku di dalam masyarakat, khususnya di negara berkembang. Tak terkecuali di negara kita, Indonesia.

Kita sering mendengar, bahkan mungkin termasuk di antara kita pernah berucap; miskin sudah merupakan nasib kita. Bagaimanapun kita bekerja keras, tidak mungkin berubah, karena ini sudah suratan takdir. Sebaliknya, kalau nasib kita sudah ditentukan kaya dari “sononya”, maka usaha apa pun, bahkan kerja “seenaknya” bisa menjadikan kita sukses dan kaya.

Mitos seperti ini, sadar atau tidak, sudah diterima secara dogmatis di dalam masyarakat kita. Ditambah dengan mitos-mitos modern yang destruktif, seperti; bila kita berpendidikan rendah (hanya lulusan SMA/SMP/bahkan SD) maka spontan yang timbul di benak kita; kita sulit maju, sulit sukses dan kaya. 

Dengan persepsi seperti ini, jelas kita telah terkena penyakit mitos yang menyesatkan. Hal ini akan mempengaruhi sikap mental dalam praktek di kehidupan nyata, sehingga menghasilkan kualitas hidup “ala kadarnya” atau sekedar hidup. Jika mitos ini dimiliki oleh mayoritas masyarakat kita, bagaimana mungkin kita bisa mengentaskan kemiskinan untuk menuju pada cita cita bangsa , yaitu; masyarakat adil-makmur dan sejahtera.

Kemiskinan sering kali merupakan penyakit dari pikiran dan hasil dari ketidaktahuan kita tentang prinsip hukum kesuksesan yang berlaku. Bila kita mampu berpikir bahwa kita bisa sukses dan mau belajar, serta menjalankan prinsip-pinsip hukum kesuksesan, mau membina karakteristik positif, yaitu; punya tujuan yang jelas, mau kerja keras, ulet, siap belajar, dan berjuang, maka akan terbuka kemungkinan-kemungkinan atau aktifitas-aktifitas produktif yang dapat merubah nasib gagal menjadi sukses. Miskin menjadi kaya! Seperti pepatah dalam bahasa Inggris “character is destiny”, kharakter adalah nasib.

Tidak peduli bagaimana Anda hari ini, dari keturunan siapa, berwarna kulit apa, atau apa latar belakang pendidikan Anda. Ingat, Anda punya hak untuk sukses!!!

Seperti kata-kata mutiara yang saya tulis; Kesuksesan bukan milik orang-orang tertentu. Sukses milik Anda, milik saya, dan milik siapa saja yang benar-benar menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati.

Hancurkan mitos “miskin adalah nasib saya!”

Bangun karakter dan mental sukses!!!

Karena kita adalah penentu masa depan kita sendiri!

Majikan bagi nasib kita sendiri!

Sekali lagi, coh che chi ming yuin tek cu ren. Jadilah majikan bagi nasib diri sendiri.

Demikian dari saya Andrie Wongso
Action & Wisdom Motivation Training
Success is my right
Salam sukses luar biasa!!

Menjadi Guru???

Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya

Menjadi guru, bukanlah pekerjaan mudah. Didalamnya, dituntut pengabdian, dan
juga ketekunan. Harus ada pula kesabaran, dan welas asih dalam menyampaikan
pelajaran. Sebab, sejatinya, guru bukan hanya mendidik, tapi juga mengajarkan.
Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menjalankannya.

Menjadi guru juga bukan sesuatu yang gampang. Apalagi, menjadi guru bagi
anak-anak yang mempunyai “keistimewaan”. Dan saya, merasa beruntung sekali dapat
menjadi guru mereka, walau cuma dalam beberapa jam saja. Ada kenikmatan
tersendiri, berada di tengah anak-anak dengan latar belakang Cerebral Palsy
(sindroma gangguan otak belakang).

Suatu ketika, saya diminta untuk mendampingi seorang guru, di sebuah kelas
khusus bagi penyandang cacat. Kelas itu, disebut dengan kelas persiapan, sebuah
kelas yang berada dalam tingkatan awal di YPAC Jakarta. Lazimnya, anak-anak
disana berumur antara 9-12 tahun, tapi kemampuan mereka setara dengan anak
berusia 4-5 tahun, atau kelas 0 kecil.

Saat hadir disana, kelas tampak ramai. Mereka rupanya sedang bermain susun
bentuk dan warna. Ada teriak-teriakan ganjil yang parau, dan hentakan-hentakan
kepala yang konstan dari mereka. Ada pula tangan-tangan yang kaku, yang sedang
menyusun keping-keping diagram. Disana-sini terserak mainan kayu dan plastik.
Riuh. Bangku-bangku khusus berderak-derak, bergesek dengan kursi roda sebagian
anak yang beradu dengan lantai.

Saya merasa canggung dengan semua itu. Namun, perasaan itu hilang, saat melihat
seorang guru yang tampak begitu telaten menemani anak-anak disana. “Mari masuk,
duduk sini dekat Si Abang, dia makin pinter lho bikin huruf,” begitu panggilnya
kepada saya. Saya berjalan, melewati anak-anak yang masih sibuk dengan tugas
mereka. Ah benar saja, si Abang, anak berusia 11 tahun yang mengalami Cerebral
Palsy dengan pembesaran kepala itu, tampak tersenyum kepada saya. Badannya
melonjak-lonjak, tangannya memanggil-manggil seakan ingin pamer dengan
kepandaiannya menyusun huruf.

Subhanallah, si Abang kembali melonjak-lonjak. Saya kaget. Saya tersenyum. Dia
tergelak tertawa. Tak lama, kami pun mulai akrab. Dia tak malu lagi dibantu
menyusun angka dan huruf. Susun-tempel-susun-tempel, begitu yang kami lakukan.
Ah, saya mulai menikmati pekerjaan ini. Dia pun kini tampak bergayut di tangan
saya. Tanpa terasa, saya mengelus kepalanya dan mendekatkannya ke dada. Terasa
damai dan hangat.

Sementara di sudut lain, sang Ibu guru tetap sabar sekali menemani semua anak
disana. Dituntunnya tangan anak-anak itu untuk meniti susunan-susunan gambar.
Dibimbingnya setiap jemari dengan tekun, sambil sesekali mengajak mereka
tersenyum. Tangannya tak henti mengusap lembut ujung-ujung jemari lemah itu.
Namun, tak pernah ada keluh, dan marah yang saya dengar.

Waktu berjalan begitu cepat. Dan kini, waktunya untuk pulang. Setelah
membereskan beberapa permainan, anak-anak pun bersiap di bangku masing-masing.
Dduh, damai sekali melihat anak-anak itu bersiap dengan posisi serapih-rapihnya.
Tangan yang bersedekap diatas meja, dan tatapan polos kearah depan, saya yakin,
membuat setiap orang tersenyum. Ibu guru pun mulai memimpin doa, memimpin setiap
anak untuk mengatupkan mata dan memanjatkan harap kepada Tuhan.

Damai. Damai sekali mata-mata yang mengatup itu. Teduh. Teduh sekali melihat
mata mereka semua terpejam. Empat jam sudah saya bersama “malaikat-malaikat”
kecil itu. Lelah dan penat yang saya rasakan, tampak tak berarti dibanding
dengan pengalaman batin yang saya alami. Kini, mereka bergerak, berbaris menuju
pintu keluar. Tampak satu persatu kursi roda bergerak menuju ke arah saya.
Ddduh, ada apa ini?

Lagi-lagi saya terharu. Setibanya di depan saya, mereka semua terdiam,
mengisyaratkan untuk mencium tangan. Ya, mereka mencium tangan saya, sambil
berkata, “Selamat siang Pak Guru..” Ah, perkataan yang tulus yang membuat saya
melambung. Pak guru…Pak Guru, begitu ucap mereka satu persatu. Kursi roda
mereka berderak-derak setiap kali mereka mengayuhnya menuju ke arah saya.
Derak-derak itu kembali membuat saya terharu, membayangkan usaha mereka untuk
sekedar mencium tangan saya.

Anak yang terakhir telah mencium tangan saya. Kini, tatapan saya bergerak ke
samping, ke arah punggung anak-anak yang berjalan ke pintu keluar. Dalam diam
saya berucap, “..selamat jalan anak-anak, selamat jalan malaikat-malaikat
kecilku…” Saya membiarkan airmata yang menetes di sela-sela kelopak. Saya
biarkan bulir itu jatuh, untuk melukiskan perasaan haru dan bangga saya. Bangga
kepada perjuangan mereka, dan juga haru pada semangat yang mereka punya.

***

Teman, menjadi guru bukan pekerjaan mentereng. Menjadi guru juga bukan pekerjaan
yang gemerlap. Tak ada kerlap-kerlip lampu sorot yang memancar, juga
pendar-pendar cahaya setiap kali guru-guru itu sedang membaktikan diri. Sebab
mereka memang bukan para pesohor, bukan pula bintang panggung.

Namun, ada sesuatu yang mulia disana. Pada guru lah ada kerlap-kerlip cahaya
kebajikan dalam setiap nilai yang mereka ajarkan. Lewat guru lah memancar
pendar-pendar sinar keikhlasan dan ketulusan pada kerja yang mereka lakukan.
Merekalah sumber cahaya-cahaya itu, yang menyinari setiap hati anak-anak didik
mereka.

Dari gurulah kita belajar mengeja kata dan kalimat. Pada gurulah kita belajar
lamat-lamat bahasa dunia. Lewat guru, kita belajar budi pekerti, belajar
mengasah hati, dan menyelami nurani. Lewat guru pula kita mengerti tentang
banyak hal-hal yang tak kita pahami sebelumnya. Tak berlebihankah jika kita
menyebutnya sebagai pekerjaan yang mulia?

Teman, jika ingin merasakan pengalaman batin yang berbeda, cobalah menjadi guru.
Rasakan kenikmatan saat setiap anak-anak itu memanggil Anda dengan sebutan itu,
dan biarkan mata penuh perhatian itu memenuhi hati Anda. Ada sesuatu yang
berbeda disana. Cobalah. Rasakan.