Program Pendidikan Profesional Perhotelan 1 tahun, Kampus - Laboratorium Jl. Deles I/29 ( Klampis Harapan I ) Surabaya Telp.(031) 5943139 - Fax.(031) 5981138 email: infosppdc@telkom.net ( contact person : Ramansyah - 03171933656 / Awan - 03172361325 )
Jumat, 04 Desember 2009
Selasa, 16 Juni 2009
Motivasi Diri
Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya
LIFE IS MADE UP OF A SERIES OF EXPERIENCES
>
> Each one will make you stronger,
> even though it may be hard for you
> to realize it at the time.
>
> Life is your classroom
> in which you're being tested, tried, and passed.
> Always try to stay in the midst of life and activity.
> Don't isolate yourself from the action.
> Your character develops itself in the stream of life.
>
> The setbacks and hardships you endure
> actually help you in your march forward to success.
> The world was built to develop your character.
>
> But, life expects you to make progress
> in reasonable time.
> That's why those third grade school chairs
> are so small.
Kamis, 11 Juni 2009
TRUNYAN : Desa Yang Menyimpan Seribu Keunikan



Sekolah Perhotelan dan Pariwisata Darma Cendika Surabaya
Trunyan, suatu lokasi di pinggir Danau Batur, Kintamani, Bali. Merupakan suatu area yang dihuni oleh penduduk asli Bali, dan terkenal dengan "pemakaman" terbuka yang unik. Untuk mencapai lokasi kita harus menggunakan jasa perahu motor yang tersedia di pinggir danau batur. Perjalan ke lokasi kurang lebih memakan waktu 20 menit.
Konon penduduk didaerah trunyan adalah penduduk asli Bali, sebelum kedatangan penduduk Bali yang merupakan keturunan "Mojopahit". Di daerah ini terdapat adat pemakaman yang cukup unik. Warga yang telah meninggal jenasahnya dimakamkan di atas batu besar yang memiliki cekungan 7 buah. Jenasah hanya dipagari bambu anyam secukupnya. Uniknya setelah berhari - hari walaupun tidak dibalsem, jenasah tersebut tidak menyebarkan bau busuk.
Adat Desa Trunyan mengatur tata cara menguburkan mayat bagi warganya. Di desa ini ada tiga kuburan (sema) yang diperuntukan bagi tiga jenis kematian yang berbeda. Apabila salah seorang warga Trunyan meninggal secara wajar, mayatnya akan ditutupi kain putih, diupacarai, kemudian diletakkan tanpa dikubur di bawah pohon besar bernama Taru Menyan, di sebuah lokasi bernama Sema Wayah. Namun, apabila penyebab kematiannya tidak wajar, seperti karena kecelakaan, bunuh diri, atau dibunuh orang, mayatnya akan diletakan di lokasi yang bernama Sema Bantas. Sedangkan untuk mengubur bayi dan anak kecil, atau warga yang sudah dewasa tetapi belum menikah, akan diletakan di Sema Muda.
Penjelasan mengapa mayat yang menggeletak begitu saja di sema itu tidak menimbulkan bau padahal secara alamiah, tetap terjadi penguraian atas mayat-mayat tersebut ini disebabkan pohon Taru Menyan tersebut, yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat. Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan ini, hanya tumbuh di daerah ini. Jadilah Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Trunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut.[berbagai sumber]

